Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Meningkat, Keamanan Data Jadi Sorotan Utama
- account_circle VxDc
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- visibility 80
- comment 0 komentar

InfoFakta.id — Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2025. Teknologi ini kini mulai diterapkan secara luas di berbagai sektor, mulai dari layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga dunia usaha. Di balik kemajuan tersebut, isu keamanan data dan perlindungan privasi pengguna menjadi perhatian utama.
Sejumlah instansi dan perusahaan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi layanan, seperti pengolahan data otomatis, analisis perilaku pengguna, hingga sistem pendukung pengambilan keputusan. Di sektor pelayanan publik, AI dinilai mampu mempercepat proses administrasi dan meningkatkan akurasi layanan kepada masyarakat. Sementara di sektor bisnis, teknologi ini digunakan untuk memprediksi kebutuhan pasar dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Namun, peningkatan penggunaan AI juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait pengelolaan dan keamanan data. Data dalam jumlah besar yang diproses oleh sistem AI berpotensi menjadi sasaran kebocoran atau penyalahgunaan jika tidak dikelola dengan baik. Para pakar menilai bahwa aspek keamanan siber harus berjalan seiring dengan adopsi teknologi baru.
“Pemanfaatan AI memang membawa banyak manfaat, tetapi keamanan data harus menjadi prioritas. Tanpa perlindungan yang kuat, risiko kebocoran informasi pribadi akan semakin besar,” ujar seorang pengamat teknologi digital.
Selain itu, transparansi dalam penggunaan AI juga menjadi isu penting. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana data mereka dikumpulkan, diproses, dan digunakan oleh sistem berbasis kecerdasan buatan. Kejelasan regulasi dan standar etika dinilai sangat dibutuhkan agar pemanfaatan AI tidak merugikan pengguna.
Pemerintah pun didorong untuk memperkuat kebijakan dan regulasi terkait teknologi AI, termasuk perlindungan data pribadi dan pengawasan sistem digital. Langkah ini dinilai penting agar perkembangan teknologi tetap berada dalam koridor yang aman dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong inovasi yang berkelanjutan.
Di sisi lain, peningkatan literasi digital masyarakat juga menjadi kunci. Pengguna diharapkan lebih memahami risiko dan manfaat teknologi AI, serta lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi di platform digital yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
Penutup:
Perkembangan kecerdasan buatan di Indonesia menjadi peluang besar dalam mendorong transformasi digital nasional. Namun, tanpa penguatan keamanan data, regulasi yang jelas, dan kesadaran pengguna, kemajuan teknologi ini berpotensi menimbulkan risiko baru. Keseimbangan antara inovasi dan perlindungan data menjadi tantangan utama di era digital saat ini.
- Penulis: VxDc
