Besi Radioaktif 200 Kg Dilaporkan Hilang, Aparat Lakukan Penyelidikan
- account_circle VxDc
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- visibility 41
- comment 0 komentar

InfoFakta.id — Aparat keamanan melaporkan hilangnya sekitar 200 kilogram besi yang mengandung unsur radioaktif dari sebuah lokasi penyimpanan, memicu peningkatan kewaspadaan dan langkah pengamanan di sejumlah wilayah. Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat potensi risiko kesehatan dan keselamatan publik apabila material tersebut disalahgunakan atau tidak ditangani sesuai prosedur keselamatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, material tersebut seharusnya berada dalam pengawasan ketat dan hanya digunakan untuk kepentingan tertentu di lingkungan industri atau penelitian. Hilangnya material itu diketahui setelah dilakukan pengecekan rutin, yang kemudian segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Aparat kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan penyelidikan dengan mengamankan lokasi serta menelusuri jalur distribusi material. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara rekaman pengawasan di sekitar area penyimpanan turut diperiksa guna mengungkap kronologi kejadian.
“Penanganan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Kami berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan material tersebut dapat segera ditemukan dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat,” ujar seorang pejabat berwenang saat dikonfirmasi.
Pihak berwenang menegaskan bahwa tidak semua material radioaktif langsung berbahaya jika tidak terpapar secara langsung atau dalam jangka waktu lama. Namun demikian, prosedur keselamatan tetap harus dipatuhi karena paparan yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak menyentuh atau mendekati benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Selain upaya pencarian, aparat juga meningkatkan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tujuan penjualan besi tua atau material logam, guna mencegah kemungkinan material radioaktif tersebut berpindah tangan. Langkah pencegahan ini dilakukan untuk memperkecil risiko penyebaran dan memastikan keselamatan publik tetap terjaga.
Pemerintah melalui instansi terkait menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan dan pengawasan material berisiko tinggi agar kejadian serupa tidak terulang. Penguatan prosedur, audit penyimpanan, serta peningkatan kesadaran keselamatan menjadi bagian dari langkah perbaikan yang disiapkan.
Hilangnya 200 kilogram besi radioaktif menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap material berisiko. Dengan koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat untuk tetap waspada, diharapkan material tersebut dapat segera ditemukan dan potensi dampak terhadap keselamatan publik dapat dicegah.
- Penulis: VxDc
